Thank you so much for this very nice surprise to be the actor with my daughter.
February 10, 2017

TORAJA MARATHON betul2 lain daripada yang lain, sangat terkesan

Saya memulai olahraga lari jogging ini sejak juli 2002 dan langsung mengikuti Berlin Marathon 29 september 2002, hampir setiap mengikuti event2 di eropa seperti Paris Marathon – Rotterdam – Vienna – Stockholm – Copenhagen – Medoc – Basel – Istanbul juga di Asia seperti Kuala Lumpur – Taipei – Nagano – Hokkaido dan Tokyo Marathon.

Juga ikut Jakarta Mandiri half marathon 3x dan yang terakhir TAMBORA 100K, akan tetapi TORAJA MARATHON betul2 lain daripada yang lain, sangat terkesan dengan :

  1. Masyarakat di sepanjang jalan ‘SENYUM’ nya ‘TERTAWA’ nya lepas menyihir setiap runner yg lewat.
  2. Setiap kali menyapa saya selalu bilang ‘SELAMAT MALAM!’ mereka bilang: “Salah! Selamat pagi!”
  3. Antusiasme murid2 dan orang2 tua waktu saya ajak selfie, mereka tidak pernah menolak dan teriakan ‘SEMANGAT’ membuat adrenalin kita terus naik utk berlari terus.
  4. Drum band murid2 dengan seragam pramuka sangat membantu memberi semangat runner!
  5. Pemandangan yg luar biasa INDAH nya, sangat2 EXOTIC! Di dunia lain tidak akan pernah ada alam yg luar biasa ini!
  6. Waktu di km 19 paha kecil kanan kiri mulai kramp, coba minta garam ke rumah penduduk, ibu itu tanpa tanya lagi tunggu sebentar dan diberi satu sendok garam kasar, awal nya lumayan bisa lari kecil tapi dari km 32 – 40 banyak jalan karena lari sedikit langsung kramp (saya sengaja mendampingi dan menyemangati Nengsih walau hanya sampai Km 13 tapi karena PACE Nengsih terlalu cepat buat saya, akibatnya ya belakangnya kramp terus)
  7. Bantuan medic dengan motor betul2 sangat terkesan, mereka menawarkan: “Pak mau semprot?”, ya mereka langsung semprot bagian2 kaki yg kramp. Betul2 WORLD CLASS SERVICES!! Bantuan medic dengan motor benar2 cocok untuk Toraja Marathon karena jalan desa yg agak sempit sehingga tidak cocok dg ambulance mobil, GOOD IDEA!
  8. Di setiap 2 km ada water station, ini sangat membantu BRAVO!

Walaupun baru pertama kali TORAJA MARATHON ini diadakan, bagi saya betul2 sukses! Terima kasih kepada panitia bagi pihak2 yg ikut menyukseskan acara besar ini. Kenapa saya berikan nama ‘TORAJA HEAVENLY HIGHLAND MARATHON’ karena jalan2 yg dilalui sangat terkesan ‘wah’ baik tanjakkan yg tidak ada habis2nya atau pun jalan turunan yg sangat membantu merilex-kan otot2 kita, pemandangan alam yg betul2 natural, betul2 indah yg mengingatkan kita betapa luar biasa-nya tangan2 TUHAN menciptakan semua ini, rumah2 khasTor aja betul2 terasa mystic nya betapa alamiah nya TORAJA ini.

Berikut sedikit masukan kepada pihak penyelenggara agar di event yang akan datang bisa lebih baik :

  1. Perlu disiapkan tong2 sampah sekitar 20 – 50 meter setelah water station, shg tidak dibuang ke selokan padi field. Nantinya para petani
    akan ngomel2 setelah ada event lari lingkungan nya jadi kotor. Di Tokyo marathon dari runner yg paling belakang sudah disiapkan pasukan sampah, jadi kita lihat ke belakang tidak pernah terkesan bahwa baru diadakan event besar, semua bersih nice and clean rapi! Ini hanya ada di Tokyo Marathon
  2. Perlu sosialisasi yg lebih banyak dan lebih lama dg memasang umbul2 atau pamflet2 sepanjang jalan agar masyarakat lebih tahu
    bahwa akan ada event lari sehingga di hari H nya makin banyak masyarakan maupun anak2 sekolah menyaksikan di sepanjang rute yg dilalui oleh runner dg harapan akan LEBIH BANYAK MASYARAKAT TORAJA MAU MULAI LARI. Jadi bisa ditambah hadiah utk special local runner (di tokyo marathon masyarakat berjubel dari km 0 sampai finished line sampai2 mereka bikin kue sendiri utk diberikan ke runner, di km 39 ada orang kasih SAKE buat runner, di sepanjang jalan segala music mereka kerahkan utk meramaikan event ini)
  3. Moga2 di event tahun depan di sepanjang jalan ada music traditional drumband hingga suasana nya betul2 meriah
  4. Ada satu kebiasaan supir2 di sini, selalu membunyikan klakson waktu mau menyalip ini betul2 mengganggu konsentrasi kita lari dan di satu saat waktu lari di jalanan dekat hotel Misiliana supir membunyikan klaskson supaya runner mau minggir dan maaf saya tidak akan minggir tetapi aneh nya mereka tidak marah
  5. Masyarakat banyak menyaksikan kita lewat hanya di kampung2 saja tapi begitu sudah di jalan raya tidak ada orang yg mempedulikan runner lagi, suasana ini begitu terasa ditambah sengatan matahari yg panas, hampir2 saja kita ingin give up! Seandainya Toraja Marathon diadakan 1/2 jam lebih pagi mungkin lebih baik.
  6. Mungkin di finished line bisa disediakan minuman khas Toraja ‘tuak’

Saya mohon maaf yg sebesar-besarnya apabila ada tulisan yg tidak mengenakkan dan kurang sopan, maaf… SALAM SEJAHTERA!